Penyerangan OTK di Gudang Batok Tanjung Morawa, 2 Korban Dirawat di Rumah Sakit


FMS, Tanjung Morawa - Aksi brutal sekelompok orang tak dikenal (OTK) menggegerkan kawasan industri di Tanjung Morawa. Enam pria bersenjata diduga softgun menyerang secara membabi buta di lokasi PT Mitra Miling, Jalan Industri Gang Sawi, Desa Tanjung Morawa B, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Selasa (11/8/2026). Akibatnya 2 orang mengalami luka tembak dan harus dilarikan ke rumah sakit.


Peristiwa bermula dari perselisihan di jalan. Berdasarkan informasi yang dihimpun, seorang sopir mobil operasional PT Mitra Miling bernama Toni berpapasan dengan dua orang warga, Jimi dan Iwan dari Lorong III Kelurahan Pekan Tanjung Morawa. Keduanya saat itu sedang mengarit rumput dan memarkirkan becaknya di pinggir Jalan Industri Gang Sawi.


Cekcok mulut pun terjadi dan berujung adu mulut. Tak lama berselang, datang sekelompok pria berjumlah enam orang mengendarai sepeda motor dan memakai helm.


Tanpa peringatan, para pelaku langsung melakukan penyerangan dan penembakan menggunakan senjata yang diduga softgun ke arah karyawan dan area perusahaan. Selain itu, para pelaku juga merusak 2 unit mobil pick up dan 1 truk milik perusahaan dengan memecahkan kacanya.


Dalam aksi tersebut, 2 orang menjadi korban, Anton Wijaya (41), anak pemilik PT Mitra Miling, mengalami luka tembak di bagian punggung kanan. Proyektil masih bersarang di otot punggung namun tidak mengenai paru-paru. Atas permintaan keluarga, korban dirujuk ke Rumah Sakit Columbia Asia Medan untuk penanganan lebih lanjut dab Fandi Fong (67), tamu perusahaan warga Jalan Pisang Medan, mengalami luka tembak di lengan kiri. Proyektil tembus dan korban mendapat perawatan di Rumah Sakit Dhillon Tanjung Morawa.


Hingga kini motif penyerangan masih misterius. Kapolsek Tanjung Morawa Polresta Deli Serdang, AKP Jonni H Damanik, membenarkan adanya peristiwa tersebut dan menyatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan.


“Ya, kami masih melakukan penyelidikan kasus ini,” ujarnya. Petugas telah melakukan olah TKP dan memasang garis polisi di lokasi. Rekaman CCTV di area gudang juga akan dipelajari untuk mengidentifikasi para pelaku dan merekonstruksi kejadian.

Aksi penyerangan terbuka ini menimbulkan keresahan. Warga dan pemilik usaha di kawasan industri mendesak polisi segera menangkap para pelaku agar tidak terjadi kejadian serupa.    (HH)



Post a Comment

أحدث أقدم