FMS, SERDANG BEDAGAI, SUMATERA UTARA -- Kepedulian terhadap lingkungan terus diwujudkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Alwashliyah Medan melalui program kerja yang inovatif dan aplikatif. Salah satunya dilakukan KKN Kelompok 4 melalui Program Praktik Pembuatan Eco- Paving dengan mengangkat tema "Pelatihan dan Praktik Pembuatan Eco Paving Berbasis Sampah Plastik melalui Penerapan Teknologi Tepat Guna." Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui kerja sama dengan Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Serdang Bedagai, Provinsi Sumatera Utara, sebagai mitra pelaksanaan program. Kegiatan diikuti dan mendapat dukungan dari unsur pemerintah kecamatan, pemerintah desa, aparatur desa, serta masyarakat di sekitar Kecamatan Serbajadi.
Mengubah Sampah Menjadi Produk Bernilai Guna
Program ini dilatarbelakangi oleh pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah plastik. Material plastik yang membutuhkan waktu sangat lama untuk terurai menjadi salah satu persoalan lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik.
Melalui penerapan teknologi tepat guna, mahasiswa memperkenalkan pendekatan sederhana yang memungkinkan sampah plastik dimanfaatkan sebagai bagian dari material pembuatan eco-paving.
Peserta tidak hanya mendapatkan penjelasan secara teori, tetapi juga mengikuti proses praktik. Mulai dari pengenalan bahan, persiapan sampah plastik, proses pengolahan, pencampuran material, pencetakan, hingga menghasilkan produk eco-paving yang dapat digunakan untuk mendukung penataan lingkungan.
Pendekatan praktik langsung tersebut menjadi keunggulan kegiatan karena masyarakat memperoleh pengalaman yang dapat diterapkan kembali secara mandiri di lingkungan masing-masing.
Melalui penerapan teknologi tepat guna, mahasiswa memperkenalkan pendekatan sederhana yang memungkinkan sampah plastik dimanfaatkan sebagai bagian dari material pembuatan eco-paving.
Peserta tidak hanya mendapatkan penjelasan secara teori, tetapi juga mengikuti proses praktik. Mulai dari pengenalan bahan, persiapan sampah plastik, proses pengolahan, pencampuran material, pencetakan, hingga menghasilkan produk eco-paving yang dapat digunakan untuk mendukung penataan lingkungan.
Pendekatan praktik langsung tersebut menjadi keunggulan kegiatan karena masyarakat memperoleh pengalaman yang dapat diterapkan kembali secara mandiri di lingkungan masing-masing.
Dihadiri Camat dan Perangkat Desa
Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari pemerintah setempat. Ibu Camat Serbajadi turut hadir bersama sejumlah pejabat kecamatan, beberapa kepala desa, serta aparatur desa dari wilayah sekitar Kecamatan Serbajadi.
Kehadiran unsur pemerintahan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap upaya mahasiswa dalam menghadirkan inovasi yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Kolaborasi ini juga memperlihatkan bahwa program KKN tidak hanya menjadi kegiatan akademik mahasiswa, tetapi dapat menjadi wadah untuk mempertemukan pengetahuan perguruan tinggi dengan kebutuhan masyarakat dan program pembangunan di tingkat desa.
Edukasi Lingkungan yang Menghasilkan Dampak
Program praktik pembuatan eco-paving memberikan manfaat yang lebih luas daripada sekadar menghasilkan produk. Kegiatan ini mendorong masyarakat untuk melihat sampah plastik dari perspektif berbeda-bukan hanya sebagai limbah, tetapi sebagai material yang masih dapat dimanfaatkan melalui proses pengolahan yang tepat.
Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari pemerintah setempat. Ibu Camat Serbajadi turut hadir bersama sejumlah pejabat kecamatan, beberapa kepala desa, serta aparatur desa dari wilayah sekitar Kecamatan Serbajadi.
Kehadiran unsur pemerintahan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap upaya mahasiswa dalam menghadirkan inovasi yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Kolaborasi ini juga memperlihatkan bahwa program KKN tidak hanya menjadi kegiatan akademik mahasiswa, tetapi dapat menjadi wadah untuk mempertemukan pengetahuan perguruan tinggi dengan kebutuhan masyarakat dan program pembangunan di tingkat desa.
Edukasi Lingkungan yang Menghasilkan Dampak
Program praktik pembuatan eco-paving memberikan manfaat yang lebih luas daripada sekadar menghasilkan produk. Kegiatan ini mendorong masyarakat untuk melihat sampah plastik dari perspektif berbeda-bukan hanya sebagai limbah, tetapi sebagai material yang masih dapat dimanfaatkan melalui proses pengolahan yang tepat.
Dari sisi lingkungan, program ini turut mendorong pengurangan sampah plastik dan meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan. Dari sisi sosial, kegiatan memperkuat partisipasi masyarakat serta membangun budaya gotong royong dalam menangani persoalan lingkungan.
Sementara dari sisi pemberdayaan, keterampilan yang diperoleh masyarakat berpotensi dikembangkan menjadi kegiatan produktif, terutama apabila pengolahan eco-paving dilakukan secara berkelanjutan dengan dukungan pemerintah desa dan masyarakat.
Mahasiswa Hadir Membawa Solusi
Bagi Ardiansyah Putra, Rahmad Priadi, Amaluddin Harahap, Agung Syahputra, Fauzi Hamdi, dan Ahmad Idris Sembiring, kegiatan ini menjadi bagian dari kontribusi nyata mahasiswa kepada masyarakat selama pelaksanaan KKN.
Mereka menunjukkan bahwa ilmu yang diperoleh di perguruan tinggi dapat diterjemahkan menjadi solusi sederhana yang memiliki manfaat langsung melalui teknologi. (Ptr)
Sementara dari sisi pemberdayaan, keterampilan yang diperoleh masyarakat berpotensi dikembangkan menjadi kegiatan produktif, terutama apabila pengolahan eco-paving dilakukan secara berkelanjutan dengan dukungan pemerintah desa dan masyarakat.
Mahasiswa Hadir Membawa Solusi
Bagi Ardiansyah Putra, Rahmad Priadi, Amaluddin Harahap, Agung Syahputra, Fauzi Hamdi, dan Ahmad Idris Sembiring, kegiatan ini menjadi bagian dari kontribusi nyata mahasiswa kepada masyarakat selama pelaksanaan KKN.
Mereka menunjukkan bahwa ilmu yang diperoleh di perguruan tinggi dapat diterjemahkan menjadi solusi sederhana yang memiliki manfaat langsung melalui teknologi. (Ptr)

Post a Comment