Alun-alun Tanjung Morawa Batal Diresmikan Bupati Deli Serdang


FMS, Tanjung Morawa - Alun-alun Kecamatan Tanjung Morawa yang berlokasi di Jalan Sultan Serdang Desa Buntubedimnar batal diresmikan oleh Bupati Deli Serdang, dr Asri Ludin Tambunan.

Kegiatan peresmian sempat direncanakan dan dijadwalkan dilakukan pada, Sabtu (24/1/2026).  Namun karena melihat situasi dan kondisi di lokasi pada saat itu Bupati Asri pun menolak untuk melakukan peresmian.

Disebut-sebut Bupati yang akrab disapa Dokter Aci itu menolak melakukan peresmian karena kecewa, belum lagi diresmikan, situasi di depan alun-alun sudah banyak pedagang yang mendirikan tapak-tapak dagangan. 


Selain mendirikan tenda-tenda juga sudah ada beberapa booth container.  Padahal alun-alun ini sudah dibangun dengan APBD dan merubah total dari kondisi sebelumnya.   Informasi yang dihimpun pada saat itu pihak panitia dari Kecamatan Tanjung Morawa sudah mempersiapkan acara peresmian dengan begitu matang.  Selain sudah mempersiapkan kursi-kursi, cemilan kue juga sudah banyak tamu undangan yang hadir.


Batu prasasti juga saat itu sudah tampak disediakan diatas meja dan siap untuk ditandatangani. Camat Tanjung Morawa, Gontar Panjaitan yang dikonfirmasi mengakui soal pembatalan alun-alun Kecamatan Tanjung Morawa ini. Gontar mengatakan begitu tiba di dekat alun-alun Bupati pun kecewa melihat situasi yang ada. Untuk itu tugas mereka kedepannya pun untuk melakukan penataan kembali di lokasi.  "Belum tau (kapan lagi akan diresmikan). Kita menunggu info jadwal dari Dinas Cikataru (Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang).


Kalau teknis-teknis gitu langsung ke OPD (yang tau jadwal). Kami lebih kemanfaatan untuk masyarakat," ucap Gontar, Senin (26/1/2026). Informasi lain yang dihimpun pada saat menuju lokasi peresmian, Bupati Aci sengaja tidak turun di tempat camat dan tamu undangan lainnya menunggu.  Karena baru selesai meninjau pasar Bakaran Batu Lubuk Pakam dan sampai di Tanjung Morawa sudah jam makan, bupati dan rombongan pun berhenti di tempat makan yang ada di seberang alun-alun Tanjung Morawa.  


Saat itu ternyata ada masyarakat yang kemudian datang dan padanya meminta izin untuk bisa berjualan di depan alun-alun.   "Kami menunggunya di tempat penanaman pohon. Tapi rupanya bapak berhentinya bukan di situ. Karena mau makan makanya berhenti di depan. Saya langsung datang begitu ditelpon bapak berhenti di situ (tempat makan). Rupanya di situ ada warga yang bilang ke bapak, boleh kan pak kami jualan di sini (depan alun-alun),"ucap Gontar menirukan suara masyarakat tersebut.


Karena hal ini Bupati pun menegaskan kalau peresmian alun-alun ini ditunda dulu. Atas hal ini pihaknya pun siap untuk menata pedagang agar alun-alun ini bisa sesuai harapan banyak masyarakat.  Dari catatan Tribun Medan, beberapa minggu sebelum ada penjadwalan alun-alun Tanjung Morawa ini diresmikan, besi-besi yang sudah ada di lokasi juga sempat dicuri oleh orang tak dikenal. Aksi pencurian besi-besi ini diistilahkan banyak orang sebagai ulah "rayap besi". Karena ada rencana peresmian baru kemudian besi-besi yang bilang dipasang kembali.     (HH)                   






















(sumbertribunmedan.com)

Post a Comment

أحدث أقدم